MADU PROPOLIS BIO 30 Manuka Health New Zealand

Propolis dari madu manuka murni , pertama kali diidentifikasi sebagai pengobatan antikanker pada akhir 1980 saat tim dari Grunberger ,menemukan CAPE sebagai senyawa antikanker pada propolis.
propolis_liquid
CAPE terdapat dalam jumlah yang tinggi pada propolis New Zealand. Peng (2000) menemukan bahwa kandungan CAPE dalam propolis  New Zealand adalah sebesar 6-7% dan merupakan kandungan yang paling tinggi diantara propolis-propolis yang berasal dari negara lain. Propolis Brazil tidak memiliki CAPE, namun memiliki Aertepilin (ARC) sebagai senyawa antikanker.
Terapi CAPE melawan PAK-1
CAPE menghambat pertumbuhan tumor dengan mekanisme menurunkan laju kerja gen PAK. Gen PAK merupakan gen didalam tubuh yang bertugas mengatur perumbuhan dan migrasi sel, fungsi pembuluh darah, dan kemampuan belajar/memory. Tubuh kita memiliki mekanisme homeostatis (keseimbangan)  setiap elemen untuk kesehatan. Namun apabila penyimpangan genetik khusus dan stress lingkungan merusak keseimbangan, hal tersebut memicu kelebihan atau kekurangan elemen-elemen tertentu yang berakibat timbulnya penyakit-penyakit berat.
Beberapa jenis kanker dibawah ini  dipengaruhi enzim PAK kinase untuk prtumbuhannya. Propolis yang mengandung CAPE secara lengkap menghambat pertumbuhan tumor dengan cara menghambat sinyal PAK. Daftar kanker dibawah ini dipengaruhi 100% oleh PAK, dan atau juga dipengaruhi mekanisme-mekanisme lain yang mempengaruhi jalur PAK 1.
Kanker-kanker yang dipengaruhi PAK ialah :
  1. Kanker pankreas
  2. Melanoma dan glioma
  3. Multiple myeloma
  4. Payudara
  5. Prostat
  6. Usus besar
  7. Mulut Rahim
  8. NF (neurofibromatosis)
Penyakit-penyakit berbahaya lain yang disebabkan  enzim PAK ::
  1. Kemunduran mental atau penurunan kemampuan belajar
  2. Sindrom X rapuh atau autis
  3. Inflamasi (asma dan arthritis)
  4. Epilepsy
  5. Hipertension
  6. AD Alzheimer
  7. HD Huntington
CAPE dalam propolis yang bekerja secara sinergis dengan senyawa antikanker lain menunjukkan bahwa propolis tersebut merupaakan produk anti PAK alami yang efektif. Senyawa antikanker lain yang terdapat dalam propolis meliputi : galangin, chrysin, caffeic acid, apigenin.
Prof Hiroshi Maruta memimpin investigasi untuk menunjukkan CAPE sebagai senyawa terapi alami untuk perawatan NF Neurofibromatosis.  NF merupakan penyakit genetik langka yang biasanya berhubungan dengan tumor ganas atau jinak yang tumbuh di otak atau sepanjang sumsum tulang belakang, dan juga di kulit. Ada sekitar 2 juta orang di planet ini yang menderita penyalit ini. Tidak seperti penyakit kanker/tumor lain yang berkembang pada tahap lanjutan/dewasa, tumor NF mulai berkembang pda tahap awal kehidupan, yaitu sekitar 6 bulan setelah kelahiran, bahkan bisa lebih awal. Kondisi pasien NF semakin memburuk waktu demi waktu, mengakibatkan kehilangan pendengaran, akhirnya menghadapi kelumpuhan parsial atau menyeluruh, dan bahkan bisa meenyebabkan kematian apabilaa tumor  menjadi ganas atau malignant.
Hasil penelitian Prof Maruta menyatakaan bahwa tikus yang menderita NF 1 atau NF2 yang diberi perlakuan propolis tidak menunjukkan pertumbuhan pada tumornya, dan akhirnya selamat. Sedangkan pada beberapa orang sukarelawan yang menderita NF, dan kanker melanoma serta pankreas tidak menunjukkan pertumbuhan dari ukuran tumor. Banyak diantaranya yang menyusut baahkan hilang sama sekali. Beberapa pasien yang kritis bahkan selamat.
Sejauh ini, senyawa yang paling potensial adalah CAPE, senyawa tidak larut air pada propolis New Zealand yang menghambat pertumbuhan tumor dengan menghambat sinyal PAK 1.
CAPE  dalam propolis New Zealand memiliki kekuatan antikanker 3 kali lebih kuat dari ARC karena sifat kesinergetikan dengan senyawa lain dalam propolis New Zealand. Prof Maruta mengindikasikan efek sinergetik dipotensialkan oleh sekitaar 600 kali senyawa antikanker lain yang terdapat dalam propolis. Propolis Bio 30 menghambat pembelahan sel. Meskipun CAPE menunjukkan sifat antikanker, namun bioavailibilitas ( tingkat penyerapan dalam tubuh)  yang rendah, sehingga CAPE tidak pernah digunakan dalam uji klinis. Dengan demikian, propolis Bio 30 berpotensi tidak hanya sebagai anti mitosis (anti pembelahan sel), namun juga meningkatkan tingkat penyerapan  CAPE dalam tubuh.
Advertisements

Jurnal : Methylglioxal Alami dari Madu Manuka

Christhoper J. Adams, Merylin Manley Harris, Peter C. Molan
Madu murni dari bunga manuka sering menunjukkan aktifitas antibakteri yang dulu dikenal sebagai UMF, yang tidak berhubungan dengan senyawa hydrogen peroksida, yaitu senyawa antibakteri pada madu-madu lain. Aktfitas unik pada madu manuka ini diketahui disebabkan oleh senyawa yang bernama metilglioksal. Selama ini belum bisa ditentukan asal muasal senyawa tersebut pada madu manuka meskipun telah lama diketahui oleh para peternak lebah bahwa kandungan metilglioksal dan aktifitas antibakteri madu manuka semakin meningkat  pada saat penyimpanan. Metilglioksal pasti dibentuk melalui reaksi enzimatik atau kimiawi. Metilglioksal dan hubungannya dengan metabolisme glukosa telah menjadi subjek pada penelitian saat ini. Berbagai jalur pembentukan baik enzimatik, dan non enzimatik  memicu pembentukan dan degradasi metilglioksal dalam jaringan hidup.
Pembentukan non enzimatik dari senyawa triose (salah satu bentuk gula)  menjadi metilglioksal telah diteliti sejak pertengaahan abad ke 20. Kinetik transformasi non enzimatik  triose yang  dikatalis (dipercepat reaksinya) dalam keadaan asam telah diteliti dan telah didemonstrasikan bahwa dengan katalis asam, D,L- gliseraldehid dan dehidroksiasetone terdehidrasi (kehlangan air)  berubah menjadi metilglioksal  dengan reaksi tanpa bisa kembali lagi (irreversible).
Anion polivalen  (ion OH- banyak) termasuk posfat diduga merupakan katalis konversi dehidroxyaseton menjadi metilglioksal, namun hal ini masih disangsikan karena fakta produksi metilglioksal oleh turunan prosedur yang digunakan dalam deteksi mergaukan.  Metilglioksal diduga merupakan senyawa intermediet pada reaksi maillard antara dehidroksi aseton dan asam amino glisin. Hal ini juga merupakan indikasi bahwa adanya kemungkinan terbentuknya senyawa metilglioksal  intermediet antara dehidroksiaseton dan asam amino lain, serta protein. Disamping konversi non enzimatik tersebut diatas, metilglioksal juga mungkin dibentuk langsung oleh dehidroksiaseton-fosfat pada keadaan asam dengan katalis amina oleh enzim metilglioksal synthase.
Sembilan sample madu manuka diperoleh dari berbagai tempat, diperoleh pada comb  sesaat setelah madu disimpan oleh lebah dan sebelum madu tersebut masa  pematangan dalam waktu yang lama terjadi. Metilglioksal ditemukan dalam jumlah yang sedikit  (139-491 mg/kg madu) pada madu segar namun dehidroksiaseton  (1192-5099 mg/kg madu) ditemukan dalam jumlah yang bervariasi dalam semua sample. Pada saat penyimpanan pada suhu 37’C, kandungan dehidroksi aseton mengalami penurunan sedangkan metilglioksal mengalami peningkatan.
Pada saat dehidroksiaseton ditambahkan pada madu clover, dan disimpan pada suhu 37’C, terjadi pembentukan metilglioksal dan berkurangnya dehidroksiaseton pada madu. Kurangnya keseimbangan  dari kedua kurva diduga merupakan reaksi samping  dari dehidroksiaseton yang menghasilkan senyawa lain seperti glikolat dimana reaksi selanjutnya terjadi pada pembentukan hidrogen peroksida. Pada sisi lain, metilglioksal dikonsumsi oleh reaksi dengan protein atau hidrogen peroksida. Dicoba juga pada percobaan tersebut untuk membuat madu buatan dengan sejumlah glukosa, sukrosa, dan fruktosa, dengan pH 3,8 lalu ditambahkan dehidroksi aseton dengan jumlah yang sama dengan yang terkandung pada madu manuka, dan hasilnya setelah mengalami penyimpanan, DHA berubah menjadi metilglioksal namun dengan kecepatan lebih kecil dari reaksi dengan madu clover. Dari sini diketahui bahwa pada matrik komplek madu alami, ada kemungkinan yang muncul yaitu adanya katalisis atau rute reaksi yang melibatkan senyawa-senyawa amina. Yang diharapkan adanya reaksi reversible yang sedikit yaitu berubahnya metilglioksal menjadi dehidroksiaseton. Penambahan yang sama D,L gliseraldehide pada madu clover menghasilkan terbentuknya metilglioksal dengan laju yang sebanding dengan penambahan dehidroksiaseton, namun tidak adanya dehidroksiaseton yang terbentuk. Hal ini sejalan dengan observasi sebelumnya yang menyatakan bahwa tidak ada isomerisasi yang sama pada kedua triose pada media asam. Artinya : D,L Gliseraldehide tidak terdapat dalam madu segar.
Saat dehidroksiaseton ditambahkan pada madu clover bersama dengan asam amino glisin dan arginin, sehingga kandungan asam amino 0.62%, metilglioksal secara  terbentuk dan reaksi pembentukan metilglioksal ini lebih cepat dibandingkan kalua dehidroksiaseton ditambaahkan sendiri tanpa asam amino,  kemudian dehidroksiaseton perlahan-lahan berkurang. Kecepatan reaksi ini meningkat saat kandungan asam amino ditambahkan hingga menjadi 2.5%. Adanya asam amino dan atau protein mempercepat reaksi konversi dehidroksiaseton menjadi metilglioksal. Karena reaksi konversi dehidroksiaseton menjadi metilglioksal merupakan reaksi non enzimatik, ada dugaan kuat bahwa pemanasan dapat meningkatkan laju reaksi. Namun setelah dipanaskan pada suhu 50’C keatas ternyata terjadi kehilangan dehidroksiaseton dan metilglioksal dibandingkan pada saat  inkubasi menggunakan suhu 37’C. Hal ini juga diikuti meningkatnya senyawa Hidroksimetilfurfural 10 kali lipat secara tajam pada percobaan tersebut.
Sample nektar diperoleh dengan mencuci bunga manuka menggunakan air. Bunga manuka diperoleh dibeberapa daerah di Hamilton dan Waikato. Semua bunga manuka memiliki kandungan dehidroksiaseton, namun  jenis pink yang memiliki paling banyak dehidroksiaseton yaitu sebesar 13.600 mg/kg. Tidak ada bunga manuka yang memiliki kandungan metilgioksal.
Dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat kandungan  dehidroksiaseton yang bervariasi dalam nektar bunga, dan pohon manuka tertentu mampu menghasilkan madu manuka dengan antibakteri nonperoksiada tinggi, sedangkan lainnya tidak. Oleh sebab itu, dikemudian hari akan ada kemungkinan dilakukannya selective breeding yang menghasilkan pohon yang memiliki kandungan dehidroksiasetoon tinggi pada nektarnya.

5 Jenis Madu Terbaik Di Dunia

Madu merupakan makanan sekaligus minuman yang sangatbermanfaat bagi banyak orang. Sejarah penggunaan cairan madu oleh umat manusia sudah sangatpanjang dan lebih dari ribuan tahun silam. Sejak zaman dulu manusia memanfaatkan madu sebagai pemanis atau perasa pada makanan dan juga minuman. Selain itu madu juga banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan dan mengobati berbagai macam penyakit. Di setiap tempatapapun yang ada kehidupan para lebah, di situ juga ada madu yang dihasilkannya. Maka beruntunglahsiapa saja yang berada di sekitarnya dapat memanfaatkan madu bagi kelangsungan hidupnya.
Di dunia ini banyak sekali ragam atau jenis-jenis madu karena seiring dengan cukup banyaknya spesies lebah penghasil madu dan juga bunga dari berbagai jenis pepohonan. Dengan spesies lebah yangsebenarnya tidak jauh berbeda namun mereka mengambil nektar dari bunga dan jenis pohon yang berbeda, maka tentu akan menghasikan jenis madu yang berbeda pula. Jadi, begitu banyaknya jenis madu yang ada di belahan dunia ini. Dari sekian banyaknya jenis-jenis madu, ada beberapa jenis maduyang diakui banyak orang sebagai jenis madu terbaik di dunia. Madu jenis apakah itu? Nah, padakesempatan kali ini blog sehat alami akan mengupas tentang 5 jenis madu terbaik di dunia saat ini.Dikatakan saat ini karena mungkin saja kedepannya akan ditemukan jenis lain yang lebih baik.
1. Madu Beech Honeydew
madumurni-beech_forest
Dua jenis kumbang yang ada di Selandia Baru dan hanya hidup di sekitar pohon-pohon beech merah dan hitam dapat memproduksi suatu jenis zat kaya akan gula yang bernama honeydew. Kemudian disanaterdapat sejenis lebah yang selalu memakan zat gula tersebut dan menggunakannya untuk membuat madu yang madu ini kemudian disebut dengan beech honeydew. Madu jenis beech honeydew ini warnanya cukup gelap dan cairannya sangat kental seperti bubur. Selain itu madu jenis ini Jugamempunyai lebih banyak mineral serta tidak mengkristal seperti kebanyakan madu pada umumnya.
2. Madu Bunga Heather
maduasli-heather
Madu bunga heather merupakan sejenis madu yang biasa dihasilkan oleh lebah yang hanya memakannektar dari varietas bunga heather di Skotlandia. Sarang lebah madu yang satu ini terlihat cukup tebal, rasanya juga sangat manis, dan sarang lebah ini bisa meleleh di dalam mulut saat dimakan. Di Skotlandia Anda bisa dengan mudah untuk membeli salah satu jenis madu terbaik di dunia ini, tapi akansangat sulit atau bahkan hampir mustahil untuk dapat membelinya di tempat lain.
3. Madu Hymettus
madumurni-hymettus
Madu Hymettus merupakan jenis madu berasal dari gunung Hymettus yang ada dekat daerah Athena Yunani. Madu jenis ini sudah populer sejak lebih dari 3.000 tahun silam dan menjadi salah satu dari 5 jenis madu terbaik di dunia saat ini. Gunung Hymettus menjadi habitat bagi lebah yang menghasilkan jenis madu ini. Lebah ini hanya memakan satu jenis nektar bunga saja, yaitu sejenis bunga thyme. Sarang madu yang dihasilkan oleh lebah disini sangat tipis dan mempunyai bintik-bintik gelap di bagiandalamnya. Orang Yunani sejak zaman dulu selalu mengkonsumsinya dengan cara menuangkan madutersebut pada yoghurt tawar untuk dijadikan makanan penutup.
4. Madu Sidr
madumurni-sidr
Madu Sidr ini selain termasuk salah satu dari 5 jenis madu terbaik di dunia saat ini, juga termasuk jenismadu yang paling mahal di dunia. Hal itu dikarenakan madu jenis ini hanya diproduksi dalam waktu dua kali dalam satu tahun dan berasal dari wilayah pegunungan Hadramaut di Negara Yaman dan juga Arab Saudi. Masa produksi madu termahal di dunia ini telah berlangsung dalam kurun waktu lebih dari 7.000 tahun silam. Madu jenis sidr ini berasal dari lebah yang habitatnya di sekitar pohon suci yang bernamaSidr.
5. Madu Manuka
madu-manuka murni asli selandia baru
Manfaat yang paling utama dari madu Manuka adalah dapat mengobati berbagai penyakit seperti luka bakar pada kulit, gangguan pada pencernaan dan lainnya. Madu jenis manuka ini berasal dari nektar bunga semak Manuka yang hanya terdapat di Selandia Baru.
Warna madu manuka ini gelap, akan tetapi rasanya sangat lezat dan manis. Karena manfaat madu ini yang luar biasa, maka madu Manuka termasuk salah satu jenis madu terbaik di dunia.

Perusahaan Madu New Zealand dan Universitas Jerman merancang standar madu manuka

Sebuah perusahaan madu New Zealand dan sebuah Universitas Jerman bergabung untuk menetapkan standar industri dalam rangla penggunaan madu manuka dalam aplikasi penyembuhan luka, penaganan masalah perut dan kulit, serta secara potensial dalam hal melawan kanker.
MGO 400+ with fresh royal jelly
Gerakan-gerakan muncul setelah adanya penemuan oleh para peneliti Universitas tentang senyawa yang bertanggungjawab atas aktifitas antibakteri madu manuka.
Manuka Health New Zealand Te Awamutu dan Universitas Tehnik Dresden membentuk kemitraan untuk menetapkan sebuah proses untuk menstandarisasi kadar senyawa tersebut dalam madu manuka.
Pada saat pengumuman kemitraan hari ini, Chief Executif Kerry Paul mengatakan bahwa Insitut Universitas Kimia Pangan adalah yang pertama yang mengidentifikasi senyawa MGO (methilglioxal) dan membuktikan kadarnya yang tinggi dalam beberapa madu manuka New Zealand.
Mr Paul mengatakan bahwa penemuan bahwa kemampuan antibakteri madu secara langsung berhubungan dengan kadar MGO, sangat berarti bagi industri.
Kita telah mengetahui  saat ini bahwa madu manuka memiliki sifat ini. Istilah Unique Manuka Factor digunakan untuk menjelaskan efek antibakteri yang secara konsisten dapat dipercaya, dan UMF telah dipatenkan menjadi merk dagang oleh AMHA.
“Namun kita tidak tahu sampai Jerman menemukan senyawa yang  bertanggungjawab atas sifat tersebut”.
“Tahap selanjutnya adalah bersama industri  meletakkan proses standar pada suatu tempat secara independent untuk menetapkan standar kadar MGO dalam produk kesehatan berbasis lebah” kata dia.
Mr Paul mengatakan madu manuka telah dikenal karena aktivitas antibakterinya yang terpercaya, membuatnya sangat efektif untuk mengatasi masalah-masalah usus-lambung dan kulit, serta luka.
Meskipun demikian, dengan identifikasi MGO, aplikasi lebih lanjut terhadap madu manuka sanagat mungkin dilakukan, termasuk digunakan sebaagai agen tumorcidal untuk melawan kanker.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin Prof Thomas Henle, Kepala Institut Kiamia Pangan di Dresden, telah menguji lebih dari 80 madu dari seluruh dunia dan menemukan kadar MGO 700 mg/kg dalam beberapa madu manuka New Zealand, lebih dari 70 kali lebih tinggi dari madu biasa. Penelitian sebelumnya menunjukkan konsentrasi tertginggi dalam makanan atau minuman adalah 100 mg/kg dalam kopi dan coklat.
Mr Paul mengatakan selama penelitian  mereka, tim Prof Henle’s mengembangkan pengujian untuk mengukur kadar MGO dalam madu.
Mr Paul mengatakan bahwa peneliti-peneliti medis telah menemukan bahwa MGO berpotensi melawan sel-sel tumor dalam tubuh dan memiliki efek penyembuhan pada banyak jenis kanker pada hewan.
Penelitian saat ini pada manusia menunjukkan bahwa MGO menimbulkan pengurangan lengkap sebesar 40% terhadap tumor, dengan pengurangan sebesar  40% pada bagian yang lain. Penelitian lebih lanjut tengah dilakukan untuk meningkatkan teknik-teknik perlakuannya.

Metliglioksal dalam Madu Manuka: Korelasinya dengan Sifat-sifat Antibakterinya

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari  lebih jauh mengenai sifat metilglioksal yang bertanggungjawab terhadap aktifitas antibakteri madu manuka, untuk menghubungkan kandungan metilglioksal terhadap sifat antibakteri madu manuka.

manuka_honey

Sumber 61 sample madu manuka diperoleh dari berbagai madu manuka dengan usia yang berbeda-beda, dengan kandungan non peroksida bervariasi. Penelitian untuk mengukur aktifitas antibakteri madu manuka dilakukan menggunakan metode Unit Penelitian Madu  di Universitas Waikato, New Zealand. Aktifitas antibakteri dilakukan dengan membandingkan dengan kekuatannya pada konsentrasi larutan phenol dalam air.
Hasilnya : korelasi linear yang erat ditunjukkan antara kandungan metilglioksal dan kekuatan antibakteri.

Hal ini menunjukkan metilglioksal bertanggung jawab langsung terhadap karakteristik antibaktri madu manuka. Pernyataan terakhir menyatakan bahwa metilglioksal merupakan senyawa bioaktif dominan dalam madu manuka, yang kosnentrasinya  dimulai dari 150 mg/kg bertanggungjawab terhadap sifat antibakteri madu. Karena kesensitifan yang terbatas dan ketidakakuratan metode pengujian yang dilakukan, data yang diperoleh dari perbandingan dengan konsentrasi larutan fenol dibawah 10% harus diperhatikan dengan baik. Lebih lanjut, menunjuk kepada hasil yang aktifitas antibakterinya rendah, faktor-faktor lain seperti polifenol, asam organik, atau senyawa yang tidak diketahui namanya berkontribusi terhadap sifat-sifat antibakteri nonperoksida madu manuka.

Kesimpulannya, metilglioksal adalah senyawa antibakteri yang banyak terdapat di madu manuka dan bertanggungjawab langsung terhadap aktifitas antibakterinya. Metilglioksal dapat digunakan sebagai satuan yang tepat untuk labeling bioaktifitas produk-produk  madu manuka secara  komersial.

Madu Manuka memiliki Antibiotik Alami, Ampuh Basmi Hingga Bakteri Super Kuman

Madu Manuka merupakan madu murni yang diolah lebah pada pohon-pohon bunga Manuka (Scoparium Leptospernum) yang banyak tumbuh di sebelah selatan New Zealand. Rata-rata para pakar sudah tidak asing lagi akan madu jenis ini disamping itu juga sering di gunakan pada produk-produk untuk perawatan & penyembuhan luka seperti radang perut, luka, luka bakar, luka kanker, sakit tenggorokan, jamur serta jerawat. Akan tetapi kekuatan dari madu Manuka ini masih menjadi misteri.

jual-madu

Madu Manuka sangat ampuh untuk membasmi bakteri-bakteri yang kebal terhadap antibiotik yang paling kuat seperti contohnya Meticillin resistant Staphylococus Aureus (MRSA) menurut berita Daily Mail. Bakteri-bakteri yang kebal terhadap antibiotik yang paling kuat ini diperkirakan akibat dari mengkonsumsi antibiotik yang berlebihan serta tak terkendali, sehingga bakteri super kuman tersebut akan kebal terhadap antibiotik-antibiotik yang dikonsumsi manusia pada dunia medis secara berlebihan pada tiga dekade terakhir.

Test di laboratorium memberikan hasil antara lain madu Manuka ini bisa menghancurkan kekuatan perlindungan bakteri-bakteri ganas sekalipun. Laporan pada hasil laboratorium ini telah dipublikasikan pada konferensi Society for General Microbiology di Harrogate, Yorkshire Utara, Inggris.

Seorang Profesor dari University of Wales Institute Cardiff bernama Prof. Rose Cooper yang pertama kali menemukan madu Manuka yaitu lebah madu yang mencari makanan dipohon-pohon Manuka yang ada di New Zealand. Madu tipe ini membuktikan sangat efektif membasmi bakteri-bakteri infeksi yang membandel.

Beberapa anggota yang diketuai Prof. Rose Cooper tersebut menyatakan bahwa Madu Manuka dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri yang kebal akan antibiotik dengan cara mencegah proses bakteri-bakteri yang terikat pada jaringan yang merupakan langkah penting untuk menuju proses terjadinya infeksi baik yang infeksi biasa maupun akut.

Adapun jenis-jenis bakteri yang kebal terhadap antibiotik antara lain:
* Streptococci (A).
* Pseudomonas Aeruginosa.
* Meticillin resistant Staphylococus Aureus (MRSA). (infeksi bakteri akut)
* Clostridium Difficile (C-Diff) (bakteri super ganas/fatal)

Laporan yang dihasilkan dilaboratorium bahwa Madu Manuka pun bisa menjadikan MRSA lebih peka pada antibiotik dalam hal ini Oxacilin artinya sangat efektif menjadikan resisten antibiotik. Juga ditemukan bahwa sel-sel MRSA tersebut jumlah kadar protein sel-selnya menurun dan protein utama MRSA (Fabl) yang sangat berperan besar dalam biosintesis pembentukan asam lemak tampaknya telah hancur total, semua ini setelah pengobatan dengan menggunakan madu Manuka.

“Indikasi ini menunjukan bahwa antibiotik yang beredar saat ini kemungkinan lebih efektif bila penggunaannya diformulasikan dengan Madu Manuka untuk membasmi kuman-kuman infeksi yang telah kebal terhadap obat-obatan.” ungkap Cooper

Madu Manuka ini mampu menghambat bakteri-bakteri masuk ke jaringan dalam pembentukan Biofilm yang merupakan lapisan untuk melindungi bakteri-bakteri dari serangan antibiotik dimana merupakan proses terjadinya infeksi biasa maupun akut.

Cooper juga menyatakan bahwa PR (pe er) kedepannya yaitu mencari formula yang efektif terhadap antibiotik agar dapat bekerja secara klinis terhadap para pasien. Disamping itu Madu Manuka tidak menyebabkan bakteri-bakteri tersebut tidak membuatnya kebal terhadap madu serta bakteri-bakteri ini juga tidak dapat bertahan hidup pada madu ini dan tidak memiliki efek samping negatif sedikitpun.

Hebatnya lagi Madu Manuka berkemampuan mengeluarkan kandungan air yang berada didalam bakteri-bakteri super kuman sehingga akan mengakibatkan bakteri-bakteri tersebut akan mengerut kemudian mati (mirip cara mematikan siput dengan garam).

“Akan tetapi masyarakat tidak dianjurkan menggunakannya dahulu di rumah dengan mengkonsumsi madu yang ada di supermarket, karena penelitian ini menggunakan madu khusus medis artinya bukanlah madu-madu yang ada dipasaran saat ini”, tutur Cooper.